Wednesday, 1 June 2016

Kenaikan harga properti di pinggiran Jakarta


Kenaikan harga tanah di
 pinggiran Jakarta saat ini tampaknya menjadi ikon baru dalam dunia
investasi di Indonesia, ada beberapa faktor yang mendorong kenaikan
harga tanah :

    Dibangunnya infrastruktur Jalan Tol
    Dibangunnya Stasiun Kereta Api baru dan Hypermarket baru
    Adanya sarana Pendidikan
    Dibangunnya Rumah Sakit Besar di satu wilayah

Pada hasil riset awal tahun Indonesian Property Watch (IPW) yang dikutip
 dari Detik Finance :

    mencatat kenaikan harga tanah di kawasan Depok yang dilalui tol pada tahun lalu hingga 15%-24%. Kawasan ini memang akan diapit dua proyek tol yaitu Tol Jagorawi-Cinere dan Depok-Antasari. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan sebelumnya harga pasar tanah di Depok rata-rata bisa mencapai Rp 800.000 sampai Rp 1,5 juta per meter persegi. Namun adanya proyek tersebut membuat harga tanah di kawasan yang dilewati dua proyek tol tersebut terus merayap naik. "Kenaikan tanah di Depok 15-24% itu tahun lalu, saya melihat akan ada
kenaikan juga di 2012, kenaikannya di Depok akan signifikan. Di Depok harga tanah bervariatif, ada yang Rp 800.000, Rp 1,5 juta, kalau yang menengah atas sampai Rp 2 juta itu harga pasaran," katanya.
  
(http://finance.detik.com/read/2012/01/25/133621/1824499/1016/diapit-dua-proyek-tol-tanah-di-depok-naik-15-24)

Fakta-fakta
 temuan IPW ini mengalahkan adagium bahwa tanah memiliki pertumbuhan harga yang lamban, justru sekarang pertumbuhan nilai tanah melebihi obligasi yang dikeluarkan swasta yang rata-rata nilai kembaliannya hanya berkisar 11%-15%/tahun, sementara harga tanah sampai pada booming
properti tahun 2014 berkisar antara 15%-50%.

Kenapa harga tanah melonjak sedemikian hebat? - lonjakan harga ini sebenarnya lebih ditentukan pada booming demografi di Indonesia, terutama pada pusat-pusat kota. Jakarta sejak 1970-an adalah magnet besar bagi migrasi penduduk dari desa ke kota. Sempitnya ruang lahan membuat lahan di Jakarta melambung tinggi, bahkan di pusat kota Jakarta seperti Jalan Sudirman (Sudirman Boulevard) dan kuningan, harga tanah menembus sampai pada 60 juta/meter padahal di Jaman demam 'Segitiga
Emas' tahun 1988-1990 harga tanah disana sudah dimainkan para spekulator antara harga Rp 500.000 - Rp. 5 juta.

Melihat pertumbuhan harga tanah yang luar biasa di Jakarta tak pelak, investasi tanah merupakan primadona dalam 10 tahun ke depan, hanya saja kemudian harga tanah menjadi tinggi pertumbuhannya justru pada daerah-daerah penopang Jakarta.

Pertumbuhan Harga Tanah di Depok

Depok sendiri memiliki pertumbuhan nilai tinggi dari sisi margin, berbeda dengan lingkungan elite kelas atas seperti  Bintaro, Serpong dan BSD (Bumi Serpong Damai) yang menjadi banyak pilihan bagi kaum profesional muda yang aktif, Depok awalnya dipilih oleh pensiunan sebagai tempat tinggal.  Pertumbuhan harga tanah di Depok sendiri antara tahun 1990-2000 kalah cepat dengan pertumbuhan harga tanah di Cinere (dekat Pondok Labu), saat itu Cinere berkembang menjadi pemukiman elite baru,  walaupun Cinere dikenal sebagai pemukiman yang tidak memiliki akses jalan tol dan akses yang mempercepat transportasi lainnya seperti stasiun kereta api namun entah kenapa antara tahun 1990-2000 Cinere menjadi bintang dalam pilihan properti masyarakat.

Depok sendiri mulai booming pada awal tahun 2000-an, harga lahan yang tadinya berkisar hanya 10.000/meter -50.000/ meter melonjak.  Kemudian harga tanah melonjak sampai pada 1,5 juta permeter sampai dengan 3 juta per meter hanya dalam tempo 10 tahun.

Mengapa Harga Tanah di Depok Mengalami Lonjakan Hebat?

Di awal tahun 2000-an, tepatnya di tahun 2002 sudah mulai ada pengembangan rumah dengan model townhouse, pengembangan ini mulanya mengikuti tren di Jakarta Selatan. Pengembangan rumah berbasis bandar ini sebelumnya juga sudah sukses di lingkungan kelas atas seperti 'Pesona Kahyangan' yang merupakan pengembangan townhouse tersukses di Depok pada era tahun 1990-an. Perumahan Pesona Kahyangan adalah perumahan terpadu, dengan kolam renang dan sarana gymnasium. Kemudian muncul perumahan townhouse tanpa fasilitas terpadu seperti itu, hanya pada keamanan yang disatukan pada pintu gerbang. Faktor keamanan menjadi pilihan penting dengan meningkatnya kriminalitas yang sering menyasar rumah-rumah kompleks besar namun dengan sistem pengamanan minim.

Lalu para pemain property yang dulu-nya bekerja di perusahaan property besar, memperluas jaringan permodalan dengan membangun permodalan di tanah seputaran depok mulai dari perbatasan Jakarta Selatan seperti Tanah Baru, Kukusan, Beji sampai dengan di ujung selatan Depok seperti
Cipayung dan Sawangan.

Banyak pemain-pemain baru yang muncul, mereka awalnya hanya bermodalkan membangun satu atau dua rumah kemudian berkembang menjadi pemain besar yang bisa membangun sampai ratusan bahkan ribuan unit. Kemampuan mereka bermain lahan di Depok didukung bank-bank besar yang kemudian membangun cabangnya di sepanjang jalan Margonda Raya.

Jalan Tol Pemicu Harga Depok

Dibangunnya sarana infrastruktur seperti Jalan Tol membuat harga tanah di Depok melambung tinggi. Walaupun pembangunannya agak tersendat karena persoalan pembebasan lahan, namun perkembangan realisasi jalan tol terus berjalan ke arah yang positif.  Di sisi jalan sepanjang rencana
jalan tol ada patok-patok putih yang merupakan batas pembelian jalan tol oleh pihak eksekutor proyek jalan tol, disamping patok-patok putih inilah kemudian harga tanah melambung tinggi apalagi yang didekat keluar masuk pintu tol.

Peta Rencana Jalan Tol Melintasi Depok -Garis Hijau- (Sumber Photo :
Dinas Pekerjaan Umum RI)

Lokasi ke Akses Jalan Tol mengalami ledakan hebat dalam soal harga, membuat harga tanah di Depok terus merambat naik. Jalan Tol ini akan melingkari ruas pinggiran Jakarta, sehingga seluruh kota Jakarta bisa dijangkau dengan cepat lewat jalur lingkar jalan tol ini.

Rencana Pembangunan Rumah Sakit Internasional di Universitas Indonesia

Ada lagi yang membuat harga tanah di Depok melonjak yaitu : rencana pembangunan rumah sakit Internasional di Universitas Indonesia, yang juga akan dijadikan Rumah Sakit Pendidikan terbesar di tanah air. Apabila program UI ini sukses bukan tak mungkin ini adalah RS Pendidikan terbesar di seluruh Asia Tenggara, mengingat reputasi RSCM yang selama ini menjadi bahan rujukan bagi para mahasiswa ilmu kesehatan di seluruh Asia Tenggara.

Kebutuhan para pekerja rumah sakit, peningkatan akselerasi lahan, dibangunnya sekolah-sekolah menengah Internasional yang kemudian menjadikan UI sebagai centrum dari pusat pendidikan maka bukan tak mungkin Depok menjadi kota tersendiri yang perkembangannya lebih pesat ketimbang Jakarta Selatan. -Apalagi akses terdekat dari Depok yaitu Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan yang awalnya hanya diminati oleh perusahaan-perusahaan minyak asing, kini mulai jadi incaran paraspekulan tanah dan mulai dibangun gedung-gedung tinggi yang kemungkinan akan menjadi pusat keuangan selain di Jalan Sudirman.

Melihat peluang ini maka tak salah pilihan investasi jatuh ke tanah Depok, selain itu yang perlu diperhatikan adalah sumber air di Depok masih sangat bagus.

-Anton DH Nugrahanto-

(Pengusaha Properti dan Pengamat Properti)<br />
<br />
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/anton_djakarta/kenaikan-harga-tanah-di-pinggiran-jakarta_5510d696813311a839bc7040</div>
</div>
Kenaikan harga tanah di pinggiran Jakarta saat ini tampaknya menjadi ikon baru dalam dunia investasi di Indonesia, ada beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga tanah : Dibangunnya infrastruktur Jalan Tol Dibangunnya Stasiun Kereta Api baru dan Hypermarket baru Adanya sarana Pendidikan Dibangunnya Rumah Sakit Besar di satu wilayah Pada hasil riset awal tahun Indonesian Property Watch (IPW) yang dikutip dari Detik Finance : mencatat kenaikan harga tanah di kawasan Depok yang dilalui tol pada tahun lalu hingga 15%-24%. Kawasan ini memang akan diapit dua proyek tol yaitu Tol Jagorawi-Cinere dan Depok-Antasari. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan sebelumnya harga pasar tanah di Depok rata-rata bisa mencapai Rp 800.000 sampai Rp 1,5 juta per meter persegi. Namun adanya proyek tersebut membuat harga tanah di kawasan yang dilewati dua proyek tol tersebut terus merayap naik. "Kenaikan tanah di Depok 15-24% itu tahun lalu, saya melihat akan ada kenaikan juga di 2012, kenaikannya di Depok akan signifikan. Di Depok harga tanah bervariatif, ada yang Rp 800.000, Rp 1,5 juta, kalau yang menengah atas sampai Rp 2 juta itu harga pasaran," katanya. (http://finance.detik.com/read/2012/01/25/133621/1824499/1016/diapit-dua-proyek-tol-tanah-di-depok-naik-15-24) Fakta-fakta temuan IPW ini mengalahkan adagium bahwa tanah memiliki pertumbuhan harga yang lamban, justru sekarang pertumbuhan nilai tanah melebihi obligasi yang dikeluarkan swasta yang rata-rata nilai kembaliannya hanya berkisar 11%-15%/tahun, sementara harga tanah sampai pada booming properti tahun 2014 berkisar antara 15%-50%. Kenapa harga tanah melonjak sedemikian hebat? - lonjakan harga ini sebenarnya lebih ditentukan pada booming demografi di Indonesia, terutama pada pusat-pusat kota. Jakarta sejak 1970-an adalah magnet besar bagi migrasi penduduk dari desa ke kota. Sempitnya ruang lahan membuat lahan di Jakarta melambung tinggi, bahkan di pusat kota Jakarta seperti Jalan Sudirman (Sudirman Boulevard) dan kuningan, harga tanah menembus sampai pada 60 juta/meter padahal di Jaman demam 'Segitiga Emas' tahun 1988-1990 harga tanah disana sudah dimainkan para spekulator antara harga Rp 500.000 - Rp. 5 juta. Melihat pertumbuhan harga tanah yang luar biasa di Jakarta tak pelak, investasi tanah merupakan primadona dalam 10 tahun ke depan, hanya saja kemudian harga tanah menjadi tinggi pertumbuhannya justru pada daerah-daerah penopang Jakarta. Pertumbuhan Harga Tanah di Depok Depok sendiri memiliki pertumbuhan nilai tinggi dari sisi margin, berbeda dengan lingkungan elite kelas atas seperti Bintaro, Serpong dan BSD (Bumi Serpong Damai) yang menjadi banyak pilihan bagi kaum profesional muda yang aktif, Depok awalnya dipilih oleh pensiunan sebagai tempat tinggal. Pertumbuhan harga tanah di Depok sendiri antara tahun 1990-2000 kalah cepat dengan pertumbuhan harga tanah di Cinere (dekat Pondok Labu), saat itu Cinere berkembang menjadi pemukiman elite baru, walaupun Cinere dikenal sebagai pemukiman yang tidak memiliki akses jalan tol dan akses yang mempercepat transportasi lainnya seperti stasiun kereta api namun entah kenapa antara tahun 1990-2000 Cinere menjadi bintang dalam pilihan properti masyarakat. Depok sendiri mulai booming pada awal tahun 2000-an, harga lahan yang tadinya berkisar hanya 10.000/meter -50.000/ meter melonjak. Kemudian harga tanah melonjak sampai pada 1,5 juta permeter sampai dengan 3 juta per meter hanya dalam tempo 10 tahun. Mengapa Harga Tanah di Depok Mengalami Lonjakan Hebat? Di awal tahun 2000-an, tepatnya di tahun 2002 sudah mulai ada pengembangan rumah dengan model townhouse, pengembangan ini mulanya mengikuti tren di Jakarta Selatan. Pengembangan rumah berbasis bandar ini sebelumnya juga sudah sukses di lingkungan kelas atas seperti 'Pesona Kahyangan' yang merupakan pengembangan townhouse tersukses di Depok pada era tahun 1990-an. Perumahan Pesona Kahyangan adalah perumahan terpadu, dengan kolam renang dan sarana gymnasium. Kemudian muncul perumahan townhouse tanpa fasilitas terpadu seperti itu, hanya pada keamanan yang disatukan pada pintu gerbang. Faktor keamanan menjadi pilihan penting dengan meningkatnya kriminalitas yang sering menyasar rumah-rumah kompleks besar namun dengan sistem pengamanan minim. Lalu para pemain property yang dulu-nya bekerja di perusahaan property besar, memperluas jaringan permodalan dengan membangun permodalan di tanah seputaran depok mulai dari perbatasan Jakarta Selatan seperti Tanah Baru, Kukusan, Beji sampai dengan di ujung selatan Depok seperti Cipayung dan Sawangan. Banyak pemain-pemain baru yang muncul, mereka awalnya hanya bermodalkan membangun satu atau dua rumah kemudian berkembang menjadi pemain besar yang bisa membangun sampai ratusan bahkan ribuan unit. Kemampuan mereka bermain lahan di Depok didukung bank-bank besar yang kemudian membangun cabangnya di sepanjang jalan Margonda Raya. Jalan Tol Pemicu Harga Depok Dibangunnya sarana infrastruktur seperti Jalan Tol membuat harga tanah di Depok melambung tinggi. Walaupun pembangunannya agak tersendat karena persoalan pembebasan lahan, namun perkembangan realisasi jalan tol terus berjalan ke arah yang positif. Di sisi jalan sepanjang rencana jalan tol ada patok-patok putih yang merupakan batas pembelian jalan tol oleh pihak eksekutor proyek jalan tol, disamping patok-patok putih inilah kemudian harga tanah melambung tinggi apalagi yang didekat keluar masuk pintu tol. Peta Rencana Jalan Tol Melintasi Depok -Garis Hijau- (Sumber Photo : Dinas Pekerjaan Umum RI) Lokasi ke Akses Jalan Tol mengalami ledakan hebat dalam soal harga, membuat harga tanah di Depok terus merambat naik. Jalan Tol ini akan melingkari ruas pinggiran Jakarta, sehingga seluruh kota Jakarta bisa dijangkau dengan cepat lewat jalur lingkar jalan tol ini. Rencana Pembangunan Rumah Sakit Internasional di Universitas Indonesia Ada lagi yang membuat harga tanah di Depok melonjak yaitu : rencana pembangunan rumah sakit Internasional di Universitas Indonesia, yang juga akan dijadikan Rumah Sakit Pendidikan terbesar di tanah air. Apabila program UI ini sukses bukan tak mungkin ini adalah RS Pendidikan terbesar di seluruh Asia Tenggara, mengingat reputasi RSCM yang selama ini menjadi bahan rujukan bagi para mahasiswa ilmu kesehatan di seluruh Asia Tenggara. Kebutuhan para pekerja rumah sakit, peningkatan akselerasi lahan, dibangunnya sekolah-sekolah menengah Internasional yang kemudian menjadikan UI sebagai centrum dari pusat pendidikan maka bukan tak mungkin Depok menjadi kota tersendiri yang perkembangannya lebih pesat ketimbang Jakarta Selatan. -Apalagi akses terdekat dari Depok yaitu Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan yang awalnya hanya diminati oleh perusahaan-perusahaan minyak asing, kini mulai jadi incaran para spekulan tanah dan mulai dibangun gedung-gedung tinggi yang kemungkinan akan menjadi pusat keuangan selain di Jalan Sudirman. Melihat peluang ini maka tak salah pilihan investasi jatuh ke tanah Depok, selain itu yang perlu diperhatikan adalah sumber air di Depok masih sangat bagus. -Anton DH Nugrahanto- (Pengusaha Properti dan Pengamat Properti)

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/anton_djakarta/kenaikan-harga-tanah-di-pinggiran-jakarta_5510d696813311a839bc7040

KPR BTN

Bank BTN adalah bank milik pemerintah dan juga sebagai salah satu bank penyedia jasa Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Produk KPR yang ditawarkan oleh bank ini sangat kompetitif jika dibandingkan dengan produk dari bank lain. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai produk KPR BTN.

KPR BTN Bersubsidi

Kredit ini merupakan salah satu jenis KPR BTN yang diperuntukkan bagi mereka pembeli rumah bersubsidi, baik rumah subsidi tapak atau rumah susun. KPR BTN Bersubsidi atau KPR BTN Sejahtera FLPP ini merupakan program kerjasama Bank BTN dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kelebihan program ini ialah suku bunga yang rendah serta cicilan tetap selama jangka waktu kredit.

KPR BTN Platinum

Berbeda dengan Kredit Kepemilikan Rumah BTN Bersubsidi (FLPP), Kredit Rumah BTN Platinum merupakan kredit yang digunakan untuk membeli hunian non subsidi. Hunian tersebut bisa dibeli dari developer maupun non developer, baik itu rumah baru, rumah bekas atau rumah inden. Namun, jangan takut bunganya akan melonjak tinggi karena bukan jenis program subsidi. Bunga BTN KPR Platinum ini sangat kompetitif dibandingkan dengan produk KPR dari bank lain.

Macam Bunga KPR BTN

Bunga KPR BTN antara KPR Bersubsidi dengan KPR Platinum tentu saja berbeda. Untuk KPR BTN Bersubsidi, bunga yang diterapkan adalah Suku Bunga KPR BTN fixed sebesar 5% sepanjang jangka waktu kredit.
Sedangkan Suku Bunga KPR BTN Platinum sendiri dibagi menjadi dua, yaitu fix 1 tahun dengan bunga sebesar 9.75% dan fix 2 tahun dengan bunga sebesar 10.75%. Setelah masa fix habis, maka suku bunga akan floating mengikuti besarnya suku bunga dasar BI dan kebijakan bank.

Syarat KPR BTN

Persyaratan KPR BTN tergantung dari jenis produk mana yang akan Anda pilih.

Syarat KPR BTN Platinum

  1. WNI dan berdomisili di Indonesia
  2. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah
  3. Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap /wiraswasta /profesional dengan masa kerja atau usaha minimal 1 tahun.
  4. Memiliki NPWP Pribadi

Syarat pengajuan KPR BTN Sejahtera FLPP / KPR BTN Subsidi

  1. Gaji atau penghasilan pokok tidak melebihi:
  2. Pemohon maupun pasangan (suami / istri) belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi dari pemerintah untuk kepemilikan rumah
  3. Telah berusia 21 tahun atau telah menikah
  4. WNI dan berdomisili di Indonesia
  5. Rp 4.000.000,00 (empat juta Rupiah) untuk Rumah Sejahtera Tapak
  6. Rp 7.000.000,00 (tujuh juta Rupiah) untuk Rumah Sejahtera Susun, atau maksimal gaji sesuai ketentuan pemerintah
  7. 5  Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
  8. Memiliki NPWP atau SPT Tahunan PPh sesuai dengan ketentuan yang berlaku
Jika syarat KPR Bank BTN sudah terpenuhi, maka Anda bisa datang ke kantor cabang terdekat dengan membawa dokumen yang dibutuhkan untuk segera mengurus permohonan.

Syarat Dokumen KPR BTN

Dokumen pengajuan KPR BTN yang dibutuhkan juga berbeda antara KPR BTN Platinum dengan KPR BTN Sejahtera FLPP. Berikut adalah rincian dokumen KPR BTN yang diperlukan:

Syarat Dokumen KPR BTN Sejahtera FLPP/ KPR Subsidi (untuk pegawai)

No. Dokumen wajib untuk aplikasi
1. Form Aplikasi Kredit dengan pasfoto terbaru pemohon beserta pasangan (bila mengajukan bersama pasangan)
2. Fotokopi KTP pemohon dan pasangan, fotokopi KK, fotokopi surat nikah / cerai
3. Slip gaji terakhir / surat keterangan penghasilan, fotokopi SK pengangkatan pegawai tetap atau fotokopi surat keterangan kerja
4. Fotokopi NPWP
5. Fotokopi tabungan 3 bulan terakhir
6. Surat keterangan belum memiliki rumah
7. Surat keterangan belum pernah menerima subsidi rumah dari pemerintah

Syarat Dokumen KPR BTN Sejahtera FLPP/ KPR Subsidi (untuk wiraswasta)

No. Dokumen wajib untuk syarat aplikasi kpr subsidi BTN untuk wiraswasta
1. Form Aplikasi Kredit dengan pasfoto terbaru pemohon beserta pasangan (bila mengajukan bersama pasangan)
2. Fotokopi KTP pemohon dan pasangan, fotokopi KK, fotokopi surat nikah / cerai
3. SIUP, TDP dan surat keterangan domisili serta laporan keuangan 3 bulan terakhir
4. Fotokopi NPWP
5. Fotokopi tabungan 3 bulan terakhir
6. Surat keterangan belum memiliki rumah
7. Surat keterangan belum pernah menerima subsidi rumah dari pemerintah

Syarat Dokumen KPR BTN Platinum

No Dokumen Wajib untuk syarat aplikasi Pegawai Wiraswasta Profesional
1. Form aplikasi kredit ya ya ya
2. Fotokopi KTP, KK, surat nikah/cerai ya ya ya
3. Pas foto terbaru ya ya ya
4. Asli slip gaji terakhir atau surat keterangan penghasilan ya
5. Fotokopi SK pengangkatan pegawai tetap ya
6. Fotokopi tabungan minimal 3 bulan terakhir ya ya ya
7. Fotokopi SPT PPh untuk pinjaman > 50 juta s/d 100 juta ya ya ya
8. Fotokopi NPWP untuk pinjaman > 100 juta ya ya ya
9. Fotokopi pendirian usaha berikut perubahannya, SIUP, TDP dan SITU ya
10. Fotokopi izin praktik ya
11. Fotokopi SHM/SHGB dan IMB ya ya
ya
syarat dokumen kpr btn subsidi untuk wiraswasta
syarat dokumen KPR BTN Platinum
Main Picture by Adam Cohn/flickr

Kebutuhan rumah di indonesia


Kebutuhan total permintaan rumah di Indonesia mencapai 1.550.000 per tahun, dengan estimasi 2015.

"Untuk estimasi 2015, per tahunnya sebanyak 1.550.000 unit," kata Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Raharjo Adisusanto  di Malang, Jawa Timur, Minggu (11/10).

Ia juga mengatakan estimasi waktu memenuhi permintaan atau backlog selama 20 tahun.

Sedangkan, penyediaan rumah yang sudah dibangun secara swadaya sebanyak 150.000 unit per tahun. Kemudian dibangun oleh pengembang sebanyak 250.000 unit per tahun.

Sehingga total penyediaan rumah sebanyak 400.000 unit per tahun. Dengan asumsi harga rumah Rp135 juta per tahun.

"Untuk pemenuhan rumah 1,55 juta unit, maka dibutuhkan pembiayaan perumahan sebesar Rp209 triliun," katanya.

Selain itu, untuk pemenuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah mencapai 609.516 unit. Sedangkan untutk target menengah ke atas sebanyak 396.484 unit, total sesuai program satu juta rumah dari pemerintah.

Sementara itu, hingga saat ini pencapaian laba bersih PT SMF telah mengalami kenaikan sebesar 46,56 persen, yaitu menjadi sebanyak Rp 192 miliar pada kuartal tiga.

"Seiring dengan kenaikan penyaluran pinjaman pada kuartal tiga ini menyebabkan Laba bersih kuartal tiga SMF ini mencapai 96,54 persen dari target, dan kami optimis sampai akhir tahun target laba bersih dan penyaluran pinjaman bisa tercapai," katanya.

Raharjo juga mengatakan bahwa pertumbuhan penyaluran pinjaman sampai September 2015 naik sebesar 20,33 persen dengan perbandingan tahun kemarin, hal itu menyebabkan penyaluran mencapai Rp 2,1 triliun.

Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa penyebab naiknya laba bersih, salah satunya adalah semakin banyaknya jumlah penduduk di Indonesia.

"Jika penduduk semakin banyak, maka banyak pula yang membutuhkan rumah, itu yang menjadi salah satu faktor terkuat," katanya.

Menurut data, populasi di Indonesia sudah mencapai 257 juta jiwa, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata per tahun meningkat sebesar 1,49 persen per tahun.

Dengan rincian tersebut, maka prediksi kebutuhan rumah per tahun adalah mencapai 800.000 rumah per tahunnya.

"Oleh karena itu, kami berusaha memenuhi target dari pemerintah untuk membangun 1 juta rumah," tuturnya.

Antara

Tips Mencari Rumah


Banyak hal penting yang patut dipertimbangkan ketika memilih lokasi untuk tempat tinggal. Aman dan nyaman, baik dalam rumah maupun lingkungan sekitar, tentu jadi syarat utama. Sebisa mungkin, jarak tempat tinggal dan tempat bekerja juga tidak jauh.



Dalam mencari lokasi yang tepat, ada beberapa tips untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat, di antaranya adalah berikut ini.

Kondisi Jalan Utama. Jalan utama menjadi titik akses penting menuju ke rumah Anda. Jika kondisinya penuh lubang, atau sulit dijangkau karena terlalu sempit untuk kendaraan, ada baiknya Anda mempertimbangkan lokasi lain untuk tempat tinggal.
Pelayanan Air, Listrik, dan Telepon. Layanan-layanan tersebut adalah syarat kelengkapan rumah. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan-layanan tersebut bisa jadi faktor pertimbangan. Contohnya: Anda tentu tidak mau membeli rumah di daearh rawan mati listrik.

Kebersihan Lingkungan. Bersih pangkal sehat. Apabila lingkungan tempat Anda tinggal tidak bersih, maka kesehatan Anda dan keluarga pun terancam. Apalagi mengingat keluarga Anda akan menghabiskan waktu lebih banyak di lingkungan ini. Perhatikan kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk jarak dari rumah ke tempat pembuangan sampah sementara. Lihat juga ke saluran got. Apa mampat?

Polusi. Jika tingkat polusi udaranya di atas ambang batas, kesehatan pun akan terancam. Bagaimana cara mengetahui status polusi di suatu daerah? Sayangnya tidak ada informasi spesifik mengenai hal ini. Tapi, jika lokasi rumah terlalu dekat dengan jalan raya, kemungkinan Anda terkena dampak polusi lebih besar. Selain polusi udara, polusi suara juga dapat mengganggu ketenangan hidup di rumah.

Penghijauan. Lokasi yang lebih banyak penghijauannya tentunya lebih menarik. Penghijauan, selain menjaga kualitas udara, juga  memberikan relaksasi untuk mata.

Bebas Banjir. Bebas banjir menjadi salah satu kriteria terpenting dalam menentukan lokasi rumah. Rutinitas rumah tangga dipastikan terganggu jika tempat tinggal dilanda banjir: Transportasi menjadi sulit dan barang-barang berharga pun rusak karena terendam air. Karenanya, pilihlah lokasi tempat tinggal yang tidak rawan banjir.

Kemudahan Transportasi. Walaupun rumah di jalan raya atau dekat jalan raya mungkin lebih berpotensi untuk terkena polusi, namun hal ini juga berarti jarak antara rumah Anda ke pusat transportasi juga lebih dekat. Tempat tinggal yang dekat stasiun, misalnya, dapat memberikan kemudahan bertransportasi jika kendaraan bermotor Anda bermasalah, atau jalanan rumah anda terlanda banjir.

Strategis. Strategis memang hal yang cenderung subjektif. Anda dapat menentukan sendiri apakah tempat tinggal mudah dijangkau Anda sendiri dan orang lain, atau dekat dengan tempat yang sering Anda kunjungi. Lokasi strategis artinya Anda leluasa melakukan kegiatan-kegiatan dengan efisien dan waktu agar Anda tidak sering kehilangan waktu di perjalanan.

Fasilitas umum. Fasilitas umum dapat berupa rumah sakit, apotek, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, kantor pos, atau fasilitas lainnya yang akan membuat tempat tinggal Anda menjadi kota mandiri.

©RUMAH.COM Agustus 2011